Kali Item Kekurangan Oksigen

Lapakpolitik.com – Menjelang Asian Games 2018, Kali Item tengah menjadi sorotan publik. Air kali ini terlihat hitam dan beraroma tidak sedap. Terlebih, bersebelahan dengan lokasi wisma atlet Asian Games. Berbagai spekulasi mencuat ke khalayak terkait penyebab Kali Item berbau tak sedap.

Ayo gabung bersama kami, Agen Bola Terpercaya hanya di Interbolaplay.com

Kepala Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Dinas LHK Pemprov DKI Jakarta, Mudarisin menjelaskan bahwa kondisi aroma tidak sedap dipengaruhi oleh kurangnya oksigen pada kali.

“Iya. Oksigen itu menentukan proses dekomposisi dalam air itu. Munculnya bau itu karena adanya gas H2S sama amoniak. Itu terjadi pada saat kondisi anaerobik. Tidak ada oksigen. Begitu nanti adanya oksigen ini, dibalik (bau hilang),” kata Mudarisin di Rumah Pompa Danau Sunter, Jakarta, Senin (30/7).

Ia menyebut, jumlah bakteri berpengaruh menghilangkan bau tidak sedap di Kali Item. Notebene, semakin banyak bakteri semakin cepat terjadinya proses pembusukan dan penguraian. Sehingga, berpengaruh terhadap kapsitas oksigendi dalam air.

 

BACA JUGA : Lepas ‘Prabowo’ dan ‘Jokowi’, Sandiaga Uno Beri Kode Pilpres 2019

 

“Komponen yang diharapkan ada di kali untuk mendegradasikan bakteri sama oksigen. Cuma dua. Begitu bakterinya banyak, oksigennya cukup,” jelasnya.

Dinas LHK Pemprov DKI Jakarta diketahui telah melakukan meneliti kondisi air Kali Item pada satu bulan ini. Meski kekurangan oksigen, Mudarisin mengatakan kondisi konsentrasi ion hidrogen dari air Kali Item terbilang normal.

“Kami memantau kualitas air sungai ini. Hasilnya, hasil yg dominan adalah kurangnya oksigen. Kalau karakteristik sperti Tss, Tds apalagi pH masih normal. Tss normal. Zat padat tersuspensi. Itu juga masih rendah. Tds masih tinggi karena ini kan sudah tercampur dengan air garam ya. Salinitas juga meningkat,” ungkapnya.

Sejumlah upaya telah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta seperti pemasangan nano bubble, aerator dan sebagainya. Hasil upaya tersebut, diakui Murdarisin telah meningkatkan jumlah oksigen dalam kali.

“Oksigen sudah ada peningkatan walaupun belum sesuai yang diharapkan. Peningkatan dari 0,9 ke 1,3 ppm. Satu per sejuta, Mg per liter. Sekarang mungkin udah naik lagi. Saya belum cek. Itu pemantauan (dari) tanggal 5 Juli,” pungkasnya.

Ayo gabung bersama kami, Agen Bola Terpercaya hanya di Interbolaplay.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *