Ingin Bulan Madu, Mahasiswi S3 Australia Ditolak Masuk Bali dan Berada di Daftar Tangkal

Lapakpolitik.com – Belinda Lopez, seorang mahasiswi doktoral (S3) dari Australia ditolak masuk Indonesia ketika mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada Jumat 3 Agustus malam. Pihak Imigrasi Bandara Ngurah Rai beralasan Belinda masuk dalam daftar tangkal.

 

Ayo gabung bersama kami, Agen Bola Terpercaya hanya di Interbolaplay.com

Belinda, yang sembilan tahun lalu bekerja sebagai subeditor untuk dua harian berbahasa Inggris di Indonesia itu kemudian ditahan di ruang detensi Imigrasi Ngurah Rai Bali sejak pukul 12 malam. Pihak Imigrasi Bandara Ngurah Rai tidak mengizinkannya naik pesawat sebelum pukul 10 malam pada Sabtu, 4 Agustus 2018.

“Saya tidak diizinkan naik pesawat sebelum jam 10 malam hari ini, maka dari itu saya akan ditahan hampir 24 jam sebelum dideportasi,” tutur Belinda melalui akun Twitter-nya.

Belinda menyatakan bahwa pihak Imigrasi menanyakan berkali-kali kepadanya apakah dia pernah melakukan sesuatu yang buruk kepada Indonesia. Mahasiswi Universitas Macquarie Sydney itu mengklaim bahwa dua tahun lalu, ketika berkunjung ke Papua, dia pernah dicurigai sebagai wartawan asing.

Saat itu, pihak Imigrasi di Papua memaksanya untuk meninggalkan Indonesia dan diberitahu bahwa dia tidak kembali ke Indonesia selama enam bulan hingga Februari 2017. Kejadian pada Agustus 2016 itu adalah kunjungan terakhirnya ke Indonesia.

 “Waktu itu saya tidak mengeluh tentang insiden tersebut karena saya mau tetap hubungan baik dan hormat dengan Indonesia,” lanjutnya dalam cuitan berbahasa Indonesia dan Inggris.

Pengakuan Belinda klop dengan pemberitaan kantor berita Antara tertanggal 11 Agustus 2016. Kala itu, Kantor Imigrasi Jayapura mendeportasinya melalui Jakarta setelah diketahui namanya masuk dalam daftar cegah dan tangkal.

Kali ini Belinda memilih untuk mempublikasikan penangkalannya. Apalagi tujuan kunjungannya ke Indonesia sekarang untuk bulan madu. Dia berencana mengunjungi teman-temannya di Bali dan Jawa serta mengikuti Festival Baliem di Papua.

“Saat ini saya ke Indonesia untuk berlibur. Ini adalah bulan madu saya,” lanjutnya.

Kini pihak Imigrasi masih menahannya di ruang detensi Bandara Ngurah Rai Bali. Selama ditahan, dia hanya tidur di sofa kecil. Dia bahkan tidak mendapatkan akses ke pakaian maupun bagasinya. Meskipun demikian, Belinda menyatakan petugas keamanan memperlakukannya dengan baik dan sopan.

“Mereka juga mengantar saya untuk membeli makanan dan minuman di restoran bandara. Saya harus membeli minuman saya sendiri,” kata Belinda kepada wartawan di Bali, Anton Muhajir.

Belinda merasa kecewa dengan larangan masuk itu. Apalagi, dia merasa sudah punya hubungan dekat dengan Indonesia. Dia sudah berkali-kali berkunjung ke Indonesia. Sahabat-sahabatnya yang paling dekat juga orang Indonesia dan tinggal di Indonesia.

“Kenapa, sekarang, saya termasuk dalam daftar tangkal Indonesia? Untuk berapa lama? Alasan apa? Karena saya pernah mengunjungi Papua? Hati saya benar-benar remuk dengan keadaan ini,” katanya.

Ayo gabung bersama kami, Agen Bola Terpercaya hanya di Interbolaplay.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *