5 Hal yang Hanya Terjadi Ketika Jakarta Lengang

Lapakpolitik.com – Selamat datang pada hari Senin setelah libur Lebaran. Jakarta masih sepi meski tak selengang hari pertama dan kedua Lebaran.

Pada masa mudik Lebaran, Ibu Kota ditinggal jutaan penduduknya. Hal tersebut menimbulkan kondisi yang jarang sekali ditemukan ketika Jakarta dalam kondisi normal.

Apa saja itu?

1. Kualitas udara membaik

Berkurangnya jumlah kendaraan di Jakarta saat libur Lebaran berpengaruh terhadap kualitas udara.
Dari hasil monitoring kualitas udara oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, di Stasiun DKI 1 Bundaran Hotel Indonesia, Rabu (13/6/2018), tercatat terjadi penurunan konsentrasi SO2 sebesar 27,36 persen, penurunan konsentrasi CO 66,91 persen, dan penurunan konsentrasi NO2 70.81 persen.

poker8m.org

Hal serupa terlihat dari hasil monitoring kualitas udara di Stasiun DKI 4 Lubang Buaya. Tarcatat, terjadi penurunan konsentrasi polutan di kawasan tersebut. Namun. tidak sebesar di lokasi Bundaran HI.
Di Stasiun DKI 4 Lubang Buaya penurunan konsentrasi PM-10 28,08 persen, penurunan konsentrasi SO2 2,18 persen, penurunan konsentrasi CO 53,45 persen, dan penurunan konsentrasi NO2 43, 64 persen.

Adapun kualitas udara di lokasi ini, kata Isnawa, dipengaruhi oleh adanya jalan tol Cikampek dan Jagorawi yang menjadi akses warga Jakarta untuk mudik, sehingga lalu lintas menjadi padat.

2. Waktu tempuh lebih pendek

Padatnya lalu lintas di Ibu Kota membuat waktu tempuh dari satu wilayah ke wilayah lain menjadi lebih lama. Namun, kondisi berbeda dirasakan ketika masa mudik Lebaran. Lalu lintas di hampir seluruh wilayah di Jakarta lengang.

Misalnya, jarak tempuh dari Kawasan Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menuju Gambir, Jakarta Pusat hanya ditempuh dalam waktu 20 menit. Padahal, pada hari biasa, waktu tempuh Kebayoran Lama-Gambir bisa mencapai 1 jam.

Kondisi serupa juga terasa saat berkendara dari kawasan Cawang, Jakarta Timur menuju Tanjung Priok, Jakarta Utara yang hanya memakan waktu 30 menit. Padahal, pada hari biasa perjalanan bisa memakan waktu hingga satu jam.

Sejumlah titik kemacetan yang biasa muncul pada hari kerja pun hilang. Sebut saja persimpangan ke arah Kalimalang.

3. Konsumsi listrik berkurang

Konsumsi listrik di Jakarta diperkirakan turun hingga 40 persen saat libur Lebaran 2018. Penurunan tersebut disebabkan sejumlah warga Jakarta mudik dan sebagian besar industri libur.

Direktur Bisnis Regional PLN Jawa Bagian Barat Haryanto WS mengatakan, konsumsi listrik di Jakarta saat kondisi normal mencapai 5.000 megawatt (MW) dan saat libur Lebaran turun menjadi 3.000 MW.

“Seperti biasa karena saat Idul Fitri dilakukan cuti bersama beban (konsumsi listrik) turun 30 sampai 40 persen,” ujar Haryanto di lantor PLN Disjaya, Jakarta, Rabu (13/6/2018).

4. Volume sampah berkurang

Pada masa libur Lebaran, volume sampah di Jakarta jauh menurun. Jika pada hari biasa jumlah sampah yang diangkut dari Jakarta ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang mencapai 7.000 ton per hari, pada masa libur Lebaran berkurang menjadi hanya 2.400 ton.

Armada yang masuk ke Bantargebang yang biasanya mencapai 1.200 truk, saat libur kemarin hanya 400 sampai dengan 450 truk.

Bahkan, karena dianggap tidak terlalu berpengaruh, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menghentikan sementara operasional TPST Bantagebang pada hari Lebaran.

Ini juga bertujuan untuk memberi kesempatan kepada seluruh petugas kebersihan merayakan Lebaran bersama keluarga.

5. Foto kreatif

Kondisi Jakarta yang sepi dimanfaatkan para pecinta fotografi untuk mengabadikan momen tersebut dengan cara yang tak biasa.

Ada yang sengaja datang bersama rekan pecinta fotografi lainnya memeragakan kegiatan rumah tangga, ada juga yang terlihat seolah-olah sedang piknik.

Rata-rata foto-foto tersebut diambil di Bundaran HI atau sekitar kawasan Sarinah yang pada hari biasa merupakan kawasan padat lalu lintas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *